5 Tips Sukses Menjadi MC bagi Pemula, Kamu Harus Coba!


ilustrasi MC (freepik.com/yanalya)



Kesuksesan sebuah acara tak lepas dari peranan pembawa acara atau master of ceremony (MC). Lantas, pernahkah kamu berpikir untuk menjadi MC? Bukan perkara mudah memang, tetapi kamu juga bisa, kok! Meski belum punya pengalaman sama sekali, kamu bisa belajar mulai dari sekarang. Untuk itu, yuk, simak tips sukses menjadi MC bagi pemula sebagai berikut.


1. Memiliki teknik olah vokal yang baik


Seorang MC harus memiliki teknik olah vokal yang baik. Hal ini mutlak diperlukan karena suara MC akan menjadi pusat perhatian seluruh audiens dari awal hingga akhir acara. MC harus mampu mengatur intonasi pada setiap kalimat yang diucapkan. Intonasi rendah dan tinggi dapat diatur sesuai dengan makna dari setiap kalimat tersebut. Hal ini agar audiens tidak merasa jenuh saat mendengarkan kalimat yang diucapkan karena terdapat alunan dari intonasi yang berbeda.


Selain itu, agar sukses menjadi MC, kamu harus mampu mengatur kecepatan suara. Hindari pengucapan yang terlalu cepat karena audiens akan merasa kebingungan dengan kalimat yang diucapkan. Artikulasi pada setiap kalimat juga harus diperhatikan agar pengucapan terdengar jelas. Dengan demikian, audiens mampu memahami kalimat yang diucapkan.


Ilustrasi pria menggenggam mikrofon (freepik.com/senivpetro)



2. Mampu melakukan pemilihan kata


Selanjutnya, agar dapat sukses menjadi MC, kamu harus mampu memilih kata yang tepat untuk setiap acara. Terlebih dahulu, pastikan jenis acara yang akan kamu bawakan seperti apa. Setidaknya, ada tiga jenis acara, yaitu formal, semi formal, dan informal.


Pada acara formal, kata yang harus digunakan adalah kata yang sesuai dengan tata bahasa Indonesia yang baku. Sementara, untuk acara semiformal dan informal, kamu dapat memakai kata yang lebih santai sesuai dengan tema acara.


ilustrasi perempuan menunjuk (freepick.com/theupperclouds)



3. Memiliki penampilan menarik

Perlu diingat bahwa menarik di sini bukan berarti tampilan wajah yang tampan atau cantik saja. Itu karena tolok ukur ketampanan dan kecantikan itu sangat beragam. Menarik di sini adalah berpenampilan bersih, rapi, dan memakai pakaian sesuai dengan tema acara sehingga audiens merasa tertarik untuk memandangnya.


Perlu digarisbawahi bahwa MC menjadi tumpuan mata setiap audiens sehingga apapun yang dikenakan oleh MC akan selalu dipandang oleh audiens dari awal hingga akhir acara; dari kepala hingga ujung kaki. Jadi, kamu harus tampil maksimal dan memukau, ya, agar penyelenggara acara dan audiens merasa puas terhadap kinerja Kamu.


Ilustrasi perempuan memberikan aplaus (freepick.com/kamranaydinov)



4. Memiliki kepribadian yang menyenangkan

Kepribadian yang menyenangkan merupakan suatu keharusan bagi seorang MC. Kamu harus mampu menjadi pribadi yang menyenangkan karena akan bertemu banyak orang. Berikanlah selalu senyuman kepada audiens saat membawakan acara.


Senyuman yang kamu berikan akan mampu menghidupkan suasana acara. Selain itu, jalin kedekatan dengan audiens melalui komunikasi yang interaktif.


ilustrasi perempuan di depan audiens (freepick.com/katemangostar)



5. Memiliki rasa percaya diri tinggi


Ilustrasi pria memberikan presentasi (freepick.com/rawpixel-com)


Untuk menjadi seorang MC yang baik, kamu harus memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi. Hal ini karena kamu harus berhadapan dengan puluhan, bahkan ratusan orang. Kamu mungkin akan merasa gugup. Namun, percayalah, kamu tidak akan mampu memandu acara dengan baik jika tidak memiliki rasa percaya diri tinggi.


Yakinkan dirimu bahwa kamu pasti mampu untuk menjadi seorang MC yang baik. Jika masih merasa gugup, cobalah tenangkan dirimu dengan berdoa dan memohon kepada Sang Pencipta untuk memudahkan kamu memandu acara.


Demikian lima tips sukses menjadi MC bagi pemula. Jalankan tips di atas dengan banyak berlatih dan berdoa. Ingat bahwa pengalaman akan sangat membantumu menjadi MC yang profesional. Jika kamu melakukan kesalahan, jangan bersedih dan teruslah berusaha. Setiap manusia pasti melakukan kesalahan, tetapi hanya manusia terbaik yang mampu menjadikan kesalahan tersebut sebagai pelajaran untuk menjadi lebih baik. Jangan lupa bagikan tulisan ini, ya, agar semakin banyak yang tahu!


Penulis: Rifka Aprilia (Disabilitas Netra/Peserta TIKO “IDN Times Writing Academy”)