Amanda & Tonan, Pasangan Tuli dan Pemilik Kopi Setara


Halo Kak Amanda! Kami sangat senang dan salut banget tentang perjalanan hidup kak Amanda.

Kalau boleh, cerita dong kak sekilas tentang diri Kak Amanda.

Awalnya saat saya berumur 6 bulan, mama saya membeli mainan kerincingan lalu saya tidak ada reaksi. Begitu juga saat ada suara apapun saya tidak langsung mendapatkan respon. Sejak saat itu mama langsung membawa saya untuk periksa ke dokter. Ternyata benar saya tidak bisa mendengar alias Tuli. Dulu saya menyelesaikan pendidikan di SLB/B Pangudi Luhur dari TK sampe kelas 4 SD, saya bisa mengikuti pelajaran dengan baik. Kemudian mama saya mencoba mendaftarkan saya untuk masuk sekolah umum. Setelah saya mencoba masuk ke sekolah umum, saya tidak bisa mengikuti pelajaran karena guru tempat saya mengajar terlalu cepat menerangkannya sehingga saya tidak dapat menerima pelajaran dengan baik. Saya sering di bully dan diberikan predikat kurang menyenangkan oleh teman-teman dengar. Saya dikatain budek oleh teman-teman. Awalnya saya merasa itu hanya becanda, saya tidak menghiraukan perkataan teman-teman. Saya pernah menceritakan keinginan saya untuk menjadi model kepada teman-teman di sekolah, saya malah di tertawakan alasan gak mungkin bisa. Saya berhasil membuktikan pada orang-orang yang dulu melakukan bullying pada saya bahwa saya bisa sukses meskipun memiliki keterbatasan. Saya pernah menjadi model iklan, model majalah aneka yess, video klip, sinetron-sinetron.

Kopi Setara itu apa sih kak?

Tujuan usaha Kopi Setara itu adalah semua orang-orang dengar, Tuli dan disabilitas selalu bisa setara, tidak di pandang sebelah mata. Di kopi setara semua barista dengar wajib bisa menggunakan bahasa isyarat untuk mempermudah berkomunikasi dengan barista Tuli atau pelanggan Tuli karena kita selalu bersama dan setara.

Ceritain dong kak, bagaimana awal Kak Amanda memulai usaha?

Rencananya sih udah lama tapi belum cukup modal. Akhirnya suamiku Tonan punya tim kerjasama dengan 2 orang dengar untuk mau memulai bisnis. Semoga usahanya lancar ya!

Kalo boleh tahu, hambatan apa saja yang Kak Amanda temui di awal saat membangun usaha?

Alhamdulillah tidak ada hambatan, ada kasih support.

Seperti yang tadi kakak bilang di awal, Kak Amanda mempekerjakan disabilitas dan nondisabilitas. Kalau hanya disabilitas, apa saja disabilitasnya?

Iya disabilitas 2 orang Tuli dan nondisabilitas 2 orang dengar. Itu mencoba dulu karena ini baru berjalan 3 minggu.

Selama pandemi Covid-19 apa tantangan yang dirasakan usaha Kopi Setara?

Tantangannya hanya mengingatkan untuk mengikuti protokol kesehatan seperti menjaga jarak, selalu cuci tangan, tetap pakai masker, dan waktu kerja terbatas.

Sebagai Tuli, bagaimana cara kak Amanda berinteraksi dengan nondisabilitas/teman dengar untuk usaha Kopi Setara?

Saya berinteraksi menggunakan bahasa isyarat dan bertatap muka. Kalau ada yang tidak bisa bahasa isyarat jadi saya bisa tulis pakai kertas. Untuk barista 2 orang dengar bisa bahasa isyarat masih belajar, nanti akan terbiasa ngobrol dengan teman-teman Tuli.

Apa harapan Kak Amanda untuk usaha Kopi Setara?

Harapan kita bisa bergerak ke depan supaya kopi setara bisa maju dan bisa membuka cabang baru di tempat lain.

Ada pesan untuk teman-teman disabilitas agar semangat bekerja atau memulai bisnis atau usaha sendiri?

Saya ingin teman-teman disabilitas bisa membuktikan bahwa disabilitas bukan halangan untuk tetap berkarya. Jangan berkecil hati, tekad dan keinginan yang kuat membuat kalian bisa melakukan hal layaknya orang umum bisa memulai bisnis.

Apakah ada pesan yang ingin disampaikan untuk perusahaan atau organisasi yang belum mulai berani berinteraksi dengan penyandang disabilitas?

Teman-teman disabilitas harus diberi kesempatan yang sama agar bisa mandiri. Beragam stigma pada mereka harus di hilangkan agar mereka memiliki akses sama yang dengan masyarakat lainnya.

Pesan untuk perusahaan dan organisasi, tolong jangan dipandang sebelah mata, harus lihat kemampuan dan kelebihan penyandang disabilitas. Padahal, ada undang-undang nomor 8 tahun 2016 tentang penyandang disabilitas, khususnya pasal 53 ayat 1 mensyaratkan pemerintah, pemerintah daerah, badan usaha milik negara dan daerah wajib mempekerjakan paling sedikit 2% penyandang disabilitas dari jumlah pegawai.

Sebagai seorang pasangan suami istri Tuli, apa pesan Mas Tonan untuk organisasi atau perusahaan yang belum berani berinteraksi dengan disabilitas?

Pesan saya ke perusahaan atau organisasi yang belum berani interaksi dengan penyandang disabilitas adalah, tolong buka wawasan, buka hati, buka mata untuk teman-teman disabilitas. Jangan pernah menganggap remeh/enteng, karena teman-teman disabilitas juga bisa belajar dan ingin belajar untuk maju. Mungkin langkah pertama yang bisa dilakukan mesti berani merangkul teman-teman disabilitas.

Bagaimana mau "ngerti" dunia disabilitas kalau tidak pernah berinteraksi. Berilah kesempatan. Saya ingin sekali seperti di luar negeri dimana kesempatan bekerja sama sesuai kemampuan. (Tonan)

KONTAK KAMI

KLOBILITY

Gedung Alamanda, Lantai 23 
Jalan TB. Simatupang, 
kav 23-24 - Jakarta 12430  Indonesia

T: +6221 - 29661919 

F: +6221 - 29661917

EMAIL

  • Twitter Social Icon
  • Facebook Social Icon
  • LinkedIn Social Icon
  • Instagram Social Icon
  • YouTube Social  Icon