3 Film Dunia tentang Asperger's Syndrome

Industri perfilman dari berbagai negara terus mengalami banyak perkembangan, seperti adanya tokoh-tokoh yang dilibatkan dalam perfilman dengan karakteristik gangguan spektrum autisme (ASD). Kali ini, Klobility ingin mengenalkan Sindrom Asperger bagian dari gangguan spektrum autisme (ASD) melalui 3 film dari 3 negara yang berbeda.

Innocent Witness (2019)

Innocent Witness adalah film Korea Selatan bergenre drama dan hukum dengan yang mengisahkan tentang perjuangan seorang pengacara, Soon Hoo (Jung Woo-Sung), berinteraksi dengan saksi hidup, Kim Ji Woo (Kim Hyang Gi), yang mengidap gangguan spektrum autisme demi mengumpulkan bukti dalam kasus pembunuhan seorang lelaki tua yang depresi.

Dalam kasus pembunuhan tersebut, asisten rumah tangganya, Oh Mi Ran (Yum Hye Ran), dituduh sebagai pembunuh karena dia berada di tempat kejadian. Dalam proses penyelidikannya, pengacara Soon Hoo harus memastikan Kim Ji woo memberikan kesaksiannya di pengadilan.

Kim Ji Woo adalah seorang siswa SMA dengan Sindrom Asperger, bagian dari gangguan spektrum autisme (ASD). Dia memiliki jiwa yang pemberani, perhatian, sangat cerdas, dan berhati teguh. Wataknya membuat penonton takjub dengan kemampuannya.


Film yang disutradarai oleh Lee Han dan ditulis oleh Moon Ji-Won ini menembus rekor lebih dari 2 juta penonton dalam 17 hari di Korea Selatan. Film ini pernah ditayangkan di Festival Film Internasional Hongkong ke-43 dan menjadi sangat populer di tingkat internasional, termasuk Indonesia, Taiwan, Vietnam, Singapura, Malaysia, dan Jepang. Film yang diproduksi Lotte Entertainment ini sukses meraih berbagai penghargaan, termasuk 55th BaekSang Arts Awards 2019.

Please Stand By (2017)


Please Stand By merupakan film drama komedi Amerika Serikat yang disutradarai oleh Ben Lewin. Film ini menceritakan tentang sosok Wendy (Dakota Fanning), seorang perempuan muda dengan gangguan spektrum autisme (ASD) dan perjuangannya untuk keluar dari zona nyaman.

Wendy tinggal di panti asuhan di California yang dikelola oleh Scottie (Toni Collete). Dia kesulitan mengendalikan emosinya ketika marah dan frutasi. Dia sangat menyukai serial televisi Star Trek hingga hafal setiap isi ceritanya. Sebagai orang dengan Asperger's Syndrome, ia memiliki kemampuan yang unik, seperti daya imajinasi yang khas seorang Trekkie (penggemar berat Star Trek