Guru Bercerita: Bapak Dimyati, SLB Tunarungu Santi Rama

Sekolah Luar Biasa (SLB) adalah sekolah yang diperuntukkan anak-anak berkebutuhan khusus (ABK). SLB terbagi menjadi 6 (enam) ragam yang mengikuti kebutuhan siswa-siswinya. Klobility berbincang dengan guru dari SLB BCD Nusantara Depok, SLB A Pembina Nasional, dan SLB Tunarungu Santi Rama.


SLB Santi Rama adalah SLB yang menerima siswa dengan disabilitas rungu/Tuli. Klobility berbincang dengan Bapak Dimyati, seorang guru di SLB Tunarungu Santi Rama. Bapak Dimyati adalah seorang penyandang disabilitas Tuli yang berprestasi. Beliau merupakan juara 1 Lomba Kreativitas Guru Tingkat Nasional pada tahun 2011 dan 2013 mengalahkan para guru pendengar (nondisabilitas rungu/Tuli) seluruh Indonesia yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan dan Budaya (Kemdikbud) dalam rangka Hari Guru Nasional.

Apa saja keterampilan yang diajarkan di SLB Tunarungu Santi Rama?

Keterampilan yang diajarkan di SLB Tunarungu Santi Rama adalah:

  • Tata Busana

  • Tata Boga

  • Komputer

  • Otomotif

Bagaimana Proses Pemilihan pembelajaran keterampilan di SLB Santi Rama ya Pak?

Proses pemilihan pembelajaran tersebut disesuaikan dengan kebutuhan pasar dan karateristik siswa tunarungu, yaitu:

  • Pekerjaan tidak menuntut pendengaran,

  • Pekerjaan tidak memerlukan banyak bicara,

  • Pekerjaan yang mudah dan mampu dikerjakan oleh insan tunarungu yg memiliki keterbatasan bahasa,

  • Pekerjaan sesuai dengan bakat dan minat serta potensi diri anak tunarungu berdasarkan assesmen.

  • Pembelajaran keterampilan diberikan untuk siswa dimulai pada jenjang kelas VII SMPLB hingga kelas XII SMALB.

  • Porsi pembelajaran keterampilan yang diberikan sebanyak 70%, sedangkan 30% adalah pelajaran akademis (bahasa Indonesia, matematika, IPA, dll.)

Bagaimana sekolah mengelolah pendidikan keterampilan agar optimal Pak?

Dengan lebih banyak menyediakan kegiatan praktik keterampilan. Kegiatan ini sudah diagendakan sebesar 70% dari seluruh materi pelajaran sehingga siswa bisa memahami dan menguasai materi keterampilan agar siap masuk dunia kerja. Lulusan SLB Tunarungu Santi Rama diprioritaskan untuk menjadi tenaga kerja yang siap ditempatkan di perusahaan-perusahaan. Selain itu, ada juga yang meneruskan ke perguruan tinggi.


Menurut saya, faktor utama keberhasilan diterima di perguruan tinggi adalah karena keterampilan berbahasa yang diperoleh dari metode MMR (Metode Mathernal Reflektif = metode bahasa ibu) yang menjadi unggulan di sekolah kami. Ditambah adanya dukungan SIBI (sistem isyarat Bahasa Indonesia) yang bisa membantu anak tunarungu agar dapat menulis dan mengucapkan rangkaian kalimat berimbuhan, baik kalimat aktif maupun kalimat pasif, sesuai aturan tata bahasa Indonesia yg berlaku. BISINDO (Bahasa Isyarat Indonesia) tidak digunakan dalam lingkup pendidikan karena bertentangan dengan aturan tata Bahasa Indonesia (rangkaian kalimat isyarat Bisindo tidak sempurna sehingga sifatnya destruktif).

Apa saja hambatan siswa dalam mengikuti pembelajaran?

Hambatan-hambatan:

  • Tingkat kecerdasan siswa tunarungu tidak sama.

  • Ada anak tunarungu dengan kategori tunarungu plus (tunarungu dengan disabilitas ganda, seperti tunarungu-tunagrahita, tunarungu-cerebral palsy, dll.), sehingga pemahaman lamban.

  • Anak tunarungu plus diberi materi keterampilan yang mudah dikerjakan dan berulang-ulang.

  • Anak tunarungu diintimidasi dan dibully oleh para alumni yang menggunakan BISINDO dengan menjelek-jelekkan SIBI.


Bagaimana dengan tantangan yang dirasakan pihak sekolah maupun guru?

  • Tantangan sekolah

SLB Tunarungu Santi Rama sebenarnya sudah lama mengikuti Kurikulum 2013, karena metode MMR (Metode Mathernal Reflektif) sudah berafiliasi dengan Kurikulum 2013. Adanya perubahan kurikulum dimulai dari KTSP hingga Kurikulum 2013, metode MMR tetap konsisten dan cocok untuk peserta didik tunarungu. Melalui MMR, peserta didik mampu menyampaikan dan mengungkapkan pikiran, perasaan dan ucapannya melalui bahasa yg terstruktur. Metode tersebut digunakan dan diterapkan di sekolah kami karena terkait dengan perilaku siswa tunarungu dalam kehidupan sehari-hari. Mereka selalu menggunakan bahasa isyarat dengan rangkaian kalimat isyaratnya berbentuk konseptual tanpa kata/kalimat imbuhan sehingga rangkaian kalimat isyarat tidak pernah sempurna berdasarkan aturan tata bahasa Indonesia yang berlaku. Ini tantangan yang sangat berat bagi sekolah kami, maka metode MMR adalah kuncinya.


  • Tantangan guru

Guru ditantang untuk kreatif, inovatif, serta cerdas mencari terobosan atau cara memodifikasi kurikulum 2013. Pembelajaran disesuaikan dengan kemampuan peserta didik supaya materi mudah dipahami dan bisa diterapkan dalam kehidupan agar peserta didik bisa hidup mandiri dan tidak tergantung kepada orang lain. Untuk mengatasi tantangan tersebut, pihak Yayasan Santi Rama selalu memberi pembinaan kepada para guru, seperti simulasi saat mengajar dan pembinaan guru setiap akhir semester.

Sejak adanya COVID-19, bagaimana SLB Tunarungu Santi Rama melaksanakan kegiatan belajar mengajar ya Pak?

Sejak adanya COVID-19, pihak sekolah meliburkan siswa. Namun, siswa tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar jarak jauh atau secara online. Siswa mengikuti mata pelajaran yang sudah terjadwalkan dengan materi yang tidak memberatkan siswa. Guru-guru mata pelajaran membuat tugas untuk siswa dan dikirim melalui guru wali kelas. Lalu, guru wali kelas mengirim ke para siswa melalui email atau WhatsApp. Setiap hari, para guru selalu memberi laporan aktivitas harian dan laporan pembelajaran jarak jauh kepada kepala sekolah. Hasilnya kemudian dilaporkan ke Sudin Kotamadya Jakarta Selatan, di mana SLB Tunarungu Santi Rama berada.


Selain materi mata pelajaran yang diberikan, para siswa juga menyisihkan waktu sebagai relawan pembuatan masker untuk disumbangkan kepada tenaga medis di rumah sakit. Hal tersebut sudah direalisasikan karena hasil karya siswa kami sudah didistribusikan ke rumah sakit di berbagai daerah, salah satunya RSU Sleman Yogyakarta.

Bagaimana manfaat pendidikan keterampilan bagi kehidupan/pekerjaan siswa setelah lulus di SLB Tuna Rungu Santi Rama ya Pak?

Pendidikan keterampilan di SLB Tunarungu Santi Rama bertujuan untuk melahirkan/menciptakan lulusan siap kerja. Buktinya, lulusan SLB Tunarungu Santi Rama banyak diterima dan dicari perusahaan yang menjadi mitra kami. Selain memiliki keterampilan vokasional, lulusan kami sudah memiliki keterampilan berbahasa dengan baik sehingga dapat berkomunikasi, baik lisan maupun tulisan, serta lulusan bisa beradaptasi dengan pimpinan dan staf/karyawan dengar di perusahaan tersebut. Bukan hanya diterima di beberapa perusahaan, satu hal yg sangat mengejutkan adalah banyaknya lulusan SLB Tunarungu Santi Rama diterima di perguruan tinggi terkenal padahal tidak melalui sekolah inklusi. Misalnya ,lulusan SLB Tunarungu Santi Rama diterima di Universitas Brawijaya Malang, UPN Veteran Yogyakarta, UNJ Rawamangun Jkt, IKJ, dan banyak lagi.

Bagaimana keberlanjutan dari pihak sekolah setelah siswa lulus?

Kelulusan siswa tetap dipantau pihak sekolah untuk mengetahui siapa yang sudah bekerja dan siapa yang belum bekerja. Kebanyakan sudah bekerja. Meski demikian, pihak sekolah tetap memantau bagi yang sudah bekerja. Kami meminta alumni bercerita pengalaman di tempat kerja, seperti bagaimana komunikasi dengan para karyawan dengar, jenis pekerjaannya, keluhannya, masalahnya. Kami juga mendata bila ada lulusan yang sudah bekerja namun mengundurkan diri. Tujuannya agar bisa ditempatkan di perusahaan lain. Ada lulusan SLB Tunarungu Santi Rama di bidang otomotif, banyak diterima di perusahaan Astra Honda Motor (AHM) di Sunter dan Cikarang. Sudah bekerja lebih dari 15 tahun memperoleh bonus sepeda motor dan kalung emas dari pimpinan AHM.

Apakah ada kerja sama dengan perusahaan?

Ya betul ada kerjasama dengan beberapa perusahaan. Terbanyak adalah di perusahaan butik terkenal karena keterampilan tata busana lulusan Santi Rama terkenal dengan kerapian dan kebersihan. Sebelum diterima di perusahaan, siswa kelas akhir SMALB mengikuti magang kerja di beberapa perusahaan selama 3 bulan untuk menambah ilmu dan seluk beluk dunia kerja. Tujuannya agar lulusan kerja bisa menyesuaikan atau beradaptasi dengan cepat. Magang kerja biasanya selalu dilaksanakan bulan Agustus-Oktober. (RYR/SKS)

KONTAK KAMI

KLOBILITY

Gedung Alamanda, Lantai 23 
Jalan TB. Simatupang, 
kav 23-24 - Jakarta 12430  Indonesia

T: +6221 - 29661919 

F: +6221 - 29661917

EMAIL

  • Twitter Social Icon
  • Facebook Social Icon
  • LinkedIn Social Icon
  • Instagram Social Icon
  • YouTube Social  Icon