Indonesia Utamakan Dunia Kerja Inklusif Bagi Disabilitas di Presidensi G20

Jakarta, 3 Februari 2022 - Indonesia resmi ditunjuk sebagai pemegang Presidensi G20 (Group of Twenty) 2022 yang telah efektif sejak 1 Desember 2021. Indonesia menyerukan tema “Recover Together, Recover Stronger” atau “Pulih Bersama, Bangkit Perkasa”. Tema tersebut mengajak masyarakat dunia untuk bangkit dari pandemi dan berkolaborasi dalam pemulihan ekonomi secara inklusif.


Presidensi G20 beranggotakan 19 negara yaitu Afrika Selatan, Amerika Serikat, Arab Saudi, Argentina, Australia, Brasil, India, Indonesia, Inggris, Italia, Jerman, Jepang, Kanada, Meksiko, Korea Selatan, Rusia, Perancis, Tiongkok, Turki. Negara tersebut, merupakan Negara dengan perekonomian terbesar di dunia dan Uni Eropa.


Presidensi G20 tidak hanya berfokus pada isu perekonomian. Salah satu agenda yang menjadi perhatian dalam Presidensi G20 ialah isu dunia kerja yang inklusif bagi Disabilitas. Isu Disabilitas di dunia kerja perlu menjadi perhatian bagi negara maju dan negara berkembang agar tercipta kesempatan yang sama dan tempat kerja yang inklusif untuk tenaga kerja Disabilitas. Dilansir dari detik.com, Menteri ketenagakerjaan, Ida Fauziyah menyatakan, “Kita ingin menjadi tolok ukur bagi negara-negara lain bahwa isu inklusif bagi Disabilitas adalah isu prioritas. Kami menyakini ini akan akseleratif kalau kita angkat di pertemuan G20”.


Di dunia kerja, masyarakat Disabilitas lebih sulit mendapatkan pekerjaan, berisiko kehilangan pekerjaan, dan memiliki banyak tantangan untuk kembali bekerja setelah pemulihan ekonomi di masa pandemi.


Pada kampanye Presidensi G20 dengan tema “Mendorong keterlibatan Penyandang Disabilitas untuk Inklusivitas”, Jakarta, 26 Januari 2022, Ibu Ida mengatakan, sudah saatnya untuk melihat isu Disabilitas sebagai isu hak asasi manusia. Penting untuk diingat bahwa semua hak asasi manusia tidak dapat dipisahkan dan saling bergantung. Artinya hak satu kelompok tidak dapat dinikimati sepenuhnya tanpa adanya hak kelompok lainnya.


Selain, pemenuhan akses tenaga kerja bagi Disabilitas, pemerintah tetap mendorong pelatihan vokasi, agar teman-teman Disabilitas mendapatkan kesempatan yang layak dengan sertifikasi kompetensi.


Klobility adalah inisiatif yang memperjuangkan keberagaman dan inklusi, terutama pemberdayaan Disabilitas di dunia kerja. Klobility terbuka untuk berkolaborasi dengan beragam instansi/organisasi dan lapisan masyarakat untuk mewujudkan ketenagakerjaan yang inklusif di Indonesia. (RYR/NNK)