Kebijakan Aksesibilitas Ramah Disabilitas


Guiding block untuk pengguna jalan dengan disabilitas penglihatan

Aksesibilitas adalah fasilitas yang disediakan untuk semua orang dengan tujuan mewujudkan kesamaan kesempatan dalam segala aspek kehidupan. Ada dua macam aksebilitas, yaitu fisik dan nonfisik. Aksesibilitas fisik adalah aksesibilitas terkait dengan infrastruktur bangunan dan lingkungan, seperti gedung, website. Aksesibilitas nonfisik terkait dengan lingkungan sosial, seperti etika interaksi, penyampaian informasi, teknologi.


Pemenuhan aksesibilitas adalah hak dasar semua orang yang dibangun dengan tujuan menciptakan layanan yang adil untuk semua lapisan masyarakat. Aksesibilitas juga satu kunci dalam membangun lingkungan yang inklusif secara alami. Lingkungan yang aksesibel tidak hanya mempermudah mobilisasi dan aktivitas penyandang disabilitas, tetapi juga orang berkebutuhan khusus, seperti ibu hamil, orang tua yang membawa troli, atau lansia. Aksesibilitas juga membentuk kemandirian dan meningkatkan partisipasi oerang berkebutuhan khusus di masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.


Aksesibilitas secara umum diatur dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PermenPUPR) Republik Indonesia No. 14/PRT/M/2017 tentang Persyaratan Kemudahan Bangunan Gedung. PermenPUPR tersebut merincikan kelengkapan sarana dan prasarana pemanfaatan bangunan gedung demi memudahkan pengguna dan pengunjung bangunan gedung dalam beraktivitas. Selain PermenPUPR, fasilitas ramah disabilitas sudah diatur dalam berbagai kebijakan, antara lain:

Undang-undang No. 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung


Undang-undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan