Mengenal Sastrawan Disabilitas Gol A Gong


Pernahkah Teman Inklusi membaca novel “Balada Si Roy” karya Gol A Gong (dulu namanya Gola Gong) di era tahun 1980-an? Jika pernah, ternyata penulis novel tersebut adalah seorang Disabilitas Daksa yang sukses dalam berkarir di dunia sastra. Gol A Gong dengan nama asli Heri Hendrayana Harris adalah seorang sastrawan Indonesia, pendiri Rumah Dunia di Serang, Banten, hingga ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum Forum Taman Bacaan Masyarakat (FTBM).


(Source: Google.com)


Heri Hendrayana Harris lahir di Purwakarta, Jawa Barat. Pada tahun 1965, pemilik nama pena Gol A Gong itu pindah ke Serang, Banten bersama orang tuanya. Kedua orang tuanya berprofesi sebagai guru. Mereka tinggal di dekat alun-alun Serang. Nama Gol A Gong merupakan nama pemberian dari dirinya yang memiliki arti “kesuksesan itu semua berasal dari Tuhan”. Kata Gol diambil dari ungkapan syukur yang diucapkan oleh Bapaknya, ketika hasil karya tulisannya langsung diterima oleh penerbit. A memiliki arti semua berasal dari Tuhan, dan Gong diambil dari harapan Ibundanya agar tulisannya bisa di dengar oleh semua orang seperti bunyi alat musik gong.


Dilansir dari wikipedia, Gol A Gong kehilangan tangan kirinya, setelah jatuh dari pohon yang terlalu tinggi. Saat itu, lelaki kelahiran 15 Agustus 1963 bermain bersama teman-teman di dekat alun-alun kota Serang. Di sana ada tentara yang sedang latihan terjun payung. Gol A Gong yang berusia 11 tahun saat itu kemudian menantang teman-temannya, untuk menunjukkan keberanian seperti seorang penerjun payung. Ia bahkan meniru yang dilakukan oleh penerjun payung dengan memanjat pohon yang sangat tinggi, hingga akhirnya ia mengalami kecelakaan yang membuat tangan kirinya langsung di amputasi.


Sejak kehilangan tangan kiri, Bapak Gol A Gong pernah berpesan kepada anaknya untuk membaca lebih banyak agar ia menjadi seseorang dan lupa kalau dirinya itu Disabilitas. “Kamu harus banyak membaca dan kamu akan menjadi seseorang dan lupa bahwa diri kamu itu cacat”, ujar Bapak Gol A Gong yang dikutip dari wikipedia.

Banyak sekali hasil karya dari Gol A Gong yang pernah dimuat dalam beragam media massa hingga dijadikan buku. Saat itu karyanya yang berjudul “Balada Si Roy” yang ditulis sejak menempuh pendidikan sekolah menengah atas (SMA) semakin populer. Novel tersebut menceritakan tentang pemuda yang mencari jati diri, senang melakukan petualangan dengan gaya backpacker. Selain berprofesi di dunia sastra, Gol A Gong juga seorang traveller. Ia rajin menulis cerita-cerita tentang perjalanannya.


Pada tahun 1998, Gol A Gong mendirikan komunitas kesenian Rumah Dunia yang terletak di belakang rumahnya, di Komplek Hegar Alam, Ciloang kota Serang, Banten. Ia menyebarkan virus “Gempa Literasi” yaitu gerakan kebudayaan menghancurkan kebodohan lewat kata (sastra dan jurnalistik), swara (musik), rupa (teater dan film), dan warna (melukis).


Beberapa kegiatan Gempa Literasi yang di inisiatif oleh Gol A Gong yaitu orasi literasi, pelatihan, hibah buku, aneka lomba literasi, penerbitan, bedah/peluncuran buku, hingga bazar buku murah. (RYR)

Sumber:

https://id.wikipedia.org/wiki/Gol_A_Gong