Mengenal UMKM Inklusi: Anarsty Market



UMKM Inklusi kali ini, Klobility berbincang dengan Bella, seorang perempuan Tuli yang memiliki usaha dengan menjualkan berbagai macam produk melalui Anarsty Market. Tahukah Teman Inklusi bagaimana awal mulanya Bella membangun usahanya dengan Anarsty Market? Yuk simak percakapan hasil wawancara tim Klobility dengan Bella melalui WhatsApp.


Apa kabar Bella? Sebagai pemilik usaha Anarsty Market, boleh ceritakan tentang diri Bella? Alhamdulillah, baik Kak. Perkenalkan namaku Aulia Nabila Fikra Ayu Laraswati atau disapa Bella. Saat ini saya aktif sebagai mahasiswa Tuli Institut Teknologi Telkom Purwokerto. Tidak hanya aktif sebagai mahasiswa,. Saya juga bekerja sebagai edukator di silang.id dan juga membuka usaha sendiri yaitu Anarsty.


Boleh ceritakan dengan Teman Inklusi, apa itu Anarsty Market ya Bella? Oke, sebenarnya ya, Anarsty ada dua ya kak. Yaitu Anarsty Market sama Anarsty Indonesia. Jadi, Anarsty Market adalah sebuah market yg menjual apa saja, karena Anarsty itu sendiri merupakan awalnya reseller dan dropship dari beberapa toko/oline shop. Nah sedangkan Anarsty Indonesia merupakan sebuah produksi sendiri yang dibuat oleh Anarsty sendiri. Anarsty itu adalah tempat penjualan kaos dengan beberapa desain yang menarik yang berkaitan dengan isu Tuli dan feminisme yang dibuat oleh para seniman Tuli itu sendiri.


Tantangan apa saja yang ditemui di awal membangun usaha? Tantangan apa ya, di awal membangun usaha itu, aku harus mengumpulkan uang untuk modal produk itu. Awalnya aku menjual makanan sih, tapi makin ke sini makin rame. Karena dulu sistemnya COD (cash on delivery). Jadi tantangan adalah time management. Karena aku ada jadwal kuliah sama bisnis. Sama satu lagi, tantangan yang paling sering aku temui itu adalah orangnya hit n run terus. Kalau sudah fix order tiba-tiba orangnya hilang. Kaya ga serius, gitu. Itu aja tantangan di awal membangun usaha itu.


Saat ini apakah usaha Anarsty Market ada yang mempekerjakan Disabilitas atau non Disabilitas? Saat ini belum ada mempekerjakan Disabilitas atau Nondisabilitas. Hanya saja bisa membimbing mereka menjadi reseller atau dropship saja. Anarsty ada program reseller/dropship, jadi Anarsty nanti bisa membimbing mereka untuk berpenghasilan.


Selama pandemi covid-19, tantangan apa yang di alami oleh usaha Anarsty Market ya Bella? Penjualan akan menurun, jadi peminatnya sedikit.


Sebagai Perempuan Tuli yang memiliki usaha Anarsty Market, bagaimana cara Bella berinteraksi dengan nondisabilitas? Aku sebagai Tuli – HoH ya, jadi aku menggunakan dwibahasa, jadi seperti biasa. Bisa menggunakan bahasa isyarat bagi mereka yang bisa bahasa isyarat, menggunakan bahasa indonesia bagi mereka yang gak bisa bahasa isyarat. Nah, Karena sistemnya online, jadi bisa berinteraksi melalui WhatsApp.


Apa mimpi untuk usaha Anarsty Market ya Bella? Dan apa pesan untuk teman-teman Disabilitas yang belum bekerja atau berkarya? Mimpi aku, Anarsty makin dikenal banyak orang, dan banyak orang mendukung bisnis Tuli. Dan jadi pengusaha yang sukses. Pesan untuk teman-teman disabilitas. Apa yang kalian suka, lakukan saja! Yang penting mencoba dulu. Aku dapet slogan dari Tokopedia #MulaiAjaDulu.


Ada pesan untuk perusahaan atau organisasi yang belum berani mempekerjakan Disabilitas? Terjunlah di dunia Disabilitas dan dunia Tuli. Pahami dulu. Kalau sudah mantap, baru deh bisa mempekerjakan mereka sekaligus menyesuaikan. Untuk kalian yg ketemu Teman Tuli, pahami dulu Dunia Tuli supaya gak shock culture nanti.

Interviewer: Ridho Yulio Rahmadino Narasumber: Aulia Nabila Fikra Ayu Laraswati