Pemberdayaan Penyandang Disabilitas di GOJEK Indonesia

Dewasa ini, aplikasi GOJEK sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 2015, perusahaan yang didirikan oleh Nadiem Makarim kini sudah berkembang menjadi salah satu platform terbesar di Asia Tenggara dengan layanan yang beragam, mulai dari transportasi dan pembayaran ke pesan-antar makanan, barang, dan berbagai layanan lainnya. Saat ini, Grup GOJEK sudah mencakup lebih dari 200 kota dan kabupaten di lima negara Asia Tenggara.


Logo GO-Life, tulisan go-life dengan rumah di tengah
Logo GO-LIFE by GOJEK

Grup GOJEK terkenal dengan budayanya yang mendukung keberagaman dan kesetaraan. Budaya ini juga didorong oleh Grup GOJEK melalui gerakan-gerakan sosial, salah satu upayanya adalah dengan memberdayakan penyandang disabilitas menjadi mitra-mitra di bawah layanan GO-LIFE. Dengan merekrut mitra disabilitas, GO-LIFE ingin mengubah stigma negatif yang melekat pada penyandang disabilitas di masyarakat.


Foto Sumadi, mitra disabilitas Go-life dengan tulisan namanya di sebelahnya
Sumadi, salah satu mitra disabilitas GO-MASSAGE

GO-LIFE juga meluncurkan kampanye #HilangkanBatasan. GO-LIFE mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dengan cara mengunggah foto diri memegang kertas yang bertuliskan #HilangkanBatasan di media sosial dengan menyertakan tagar #Hilangkanbatasan. Diharapkan dengan aksi ini semakin banyak masyarakat yang menyadari bahwa penyandang disabilitas memiliki kemampuan yang tidak kalah dengan masyarakat umum lainnya. (SKS)


Tiga mitra disabilitas Go-Life difoto menghadap kamera dengan tulisan #HilangkanBatasan di sebelahnya
#HilangkanBatasan, kampanye sosial yang diusung Grup GOJEK