Punya Kakak Pemarah? Simak 7 Kebaikan di Balik Marahnya

Berpikir positif dulu, ya, Dik! #IDNTimesLife


ilustrasi adik dimarahi kakak (pexels.com/Liza Summer)


Sebagian dari kamu mungkin memiliki kakak. Terlahir sebagai seorang adik memang bukan pilihan. Bisa jadi kamu punya kakak yang kebiasaannya sering ngomel atau marah-marah tak jelas. Hal itu membuat masalah hidupmu bertambah.

Jika kakakmu suka marah-marah, bahkan untuk masalah sepele, jangan sakit hati dulu, ya. Dia marah pasti ada alasannya, entah apa pun itu. Mungkin saja dia marah demi kebaikan kamu, lho. Yuk, ketahui kebaikan-kebaikan di balik kakakmu sering marah padamu.


1. Tanda rasa kasih sayangnya


ilustrasi adik disayang kakak (pexels.com/Kat Jayne)


Kakak merupakan sosok yang lebih tua. Tentunya, ia memiliki lebih banyak pengalaman. Sifatnya yang lebih dewasa membuatnya merasa harus lebih menyayangi dan tegas kepada adiknya. Oleh karena itu, tidak jarang jika kamu melakukan kesalahan, ia akan menasihati sambil ngomel-ngomel.

Perlu kamu ketahui, marahnya kakakmu sering kali bukan karena kebenciannya. Justru itu merupakan bentuk kasih sayangnya yang diekspresikan dengan caranya sendiri. Jadi, jangan gampang sakit hati karena omelannya, ya.


2. Berharap dirimu jadi mandiri dan bertanggungjawab


ilustrasi adik yang mandiri (pexels.com/Tatiana Syrikova)


Seorang kakak tentunya mengharapkan adiknya bisa mandiri dalam melakukan sesuatu. Kamu sebagai adik harus belajar melakukan apa pun secara mandiri. Jika kamu selalu menggantungkan segalanya pada orang lain, tidak heran kakakmu bakal memarahimu.

Sebenarnya boleh saja kamu meminta bantuan, tetapi tidak semua harus dilakukan orang lain. Jika memang kamu sedang menemukan kesulitan, berusaha dulu semampumu. Secara tidak langsung, itu akan membentuk kemandirian dan tanggung jawabmu atas segala sesuatu yang kamu lakukan.


3. Ingin membuatmu disiplin


ilustrasi disiplin (pexels.com/Cottonbro)


Marah adalah sesuatu yang tidak diharapkan oleh siapa pun, termasuk kakak. Kadang kala, kemarahan kakak bukan karena keinginannya. Bisa jadi, kamu sebagai adik tidak bersikap benar sesuai aturan sosial, misalnya kamu sering bermalas-malasan, tidak mau belajar, dan tidak melakukan kewajiban. Hal itu akan membuat kakakmu marah karena sikap burukmu.

Alangkah baiknya kamu belajar mengelola waktu dengan bijak. Kamu bisa memanfaatkan waktu dengan melakukan kegiatan yang bermanfaat. Banyak kegiatan yang bisa kamu lakukan, baik itu di dalam rumah maupun di luar rumah. Jika kamu bisa memanfaatkan waktu dengan benar, kamu akan paham arti disiplin dalam hidup.


4. Menginginkanmu jadi adik yang rajin


ilustrasi rajin belajar (pexels.com/Andrea Piacquadio)


Pekerjaan rumah sering kali dibebankan pada kakak. Hal itu akan meluangkan adiknya untuk bebas beraktivitas, bermain, bahkan bermalas-malasan. Jika kamu enggan membantu untuk pekerjaan rumah, bahkan yang ringan, kondisi tersebut dapat memicu kemarahan kakakmu, lho.

Kamu setidaknya harus tahu untuk membantu urusan pekerjaan rumah supaya jadi lebih rajin. Tidak hanya sebagai adik, sebagai individu, kamu semestinya giat belajar, membantu, dan meningkatkan pengalaman. Dengan begitu, kamu akan bertambah rajin dalam melakukan sesuatu yang bermanfaat untuk keluarga, lingkungan luar, dan masa depan.


5. Melatih kesabaranmu


ilustrasi adik yang sabar (pexels.com/Liza Summer)


Kamu yang punya kakak mungkin sering dimarahi kakakmu walaupun kadang penyebabnya memang tidak berhubungan denganmu. Kamu perlu berbicara dengan kakakmu untuk memberitahukan kebenarannya tanpa memarahi balik.

Pada kenyataannya, jika adik berbicara saat kakak sedang marah, hal tersebut bisa memicu tingkat kemarahan sang kakak. Alangkah baiknya jika kamu tidak memperkeruh suasana dahulu. Lebih baik, kamu diam, menahan diri, dan bersabar. Kamu bisa menjelaskan kebenarannya ketika kondisi sudah membaik. Dengan begitu, kamu bisa terlatih untuk mengendalikan emosi dan lebih sabar lagi.


6. Berbakti pada orang tua


ilustrasi membantu ibu di dapur (pexels.com/Monstera)


Sebagian dari kamu tentu sering dimarahi kakak ketika berada di rumah. Alasannya, kemungkinan kamu tidak membantu pekerjaan rumah atau tidak menuruti kata orangtua. Jika kamu sering membantah akan suatu hal, tentu hal itu akan memicu kemarahan kakakmu. Dia begitu semata-mata untuk membela orangtua dan memperbaiki kekuranganmu.

Jika kakakmu marah karena alasan begitu, kamu perlu mendengarkan perkataannya yang baik. Sebagai orang terdekat, kakakmu ingin kamu menjadi lebih dewasa. Kedewasaanmu akan menumbuhkan kamu menjadi lebih berbakti pada orangtua. Berbakti pada orangtua menjadi suatu keharusan sebagai seorang anak karena merekalah yang telah memberikan segalanya.


7. Memiliki jiwa kebaikan pada sesama


ilustrasi peduli sesama (pexels.com/Pixabay)


Sebaik-baik manusia adalah yang saling mengingatkan akan kebaikan. Marah tidak selalu berarti buruk, tetapi juga bisa sebagai pengingat. Kamu berhak menerima dan menolak saran pengingat tersebut. Kamu juga bakal terlatih bagaimana mengendalikan kondisi dan menyelesaikan masalah.

Jika sudah terbiasa memperbaiki keadaan dan memahami segala makna, kamu bakal jadi pribadi yang lebih baik. Hal itu juga nantinya dapat berpengaruh ke lingkungan sosial. Kamu bisa lebih punya rasa empati atau peka terhadap orang lain. Selain itu, diharapkan kamu juga dapat menjunjung nilai, moral, dan etika yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.


Jadi, kemarahan kakakmu tidak selalu buruk untukmu. Kebaikan-kebaikan di atas bisa kamu ingat dan refleksikan dalam kehidupanmu. Jika kakak marah, kamu tidak perlu sakit hati dulu, ya. Kamu perlu lebih memahami makna di balik kemarahannya. Semua itu demi dirimu dan masa depanmu, lho.


Sri Damiyati (Disabilitas Fisik/Peserta TIKO “IDN Times Writing Academy”)