Surya Sahetapy: Mahasiswa Tuli di Rochester Institute of Technology



Siapa Teman Inklusi yang belum kenal dengan Surya Sahetapy? Surya Sahetapy dengan nama lengkap Panji Surya Sahetapy adalah putra bungsu dari pasangan artis Dewi Yull dan Ray Sahetapy. Lelaki yang lahir di Jakarta, 23 Desember 1993 itu mengalami Tuli sejak lahir. Namun, Tuli bukanlah hambatan Surya dalam berkarir. Klobility memperkenalkan sosok Surya Sahetapy yang lulus dengan predikat Cum Laude di Rochester Institute of Technology.

Sejak kecil Surya mengalami tekanan sebagai tunarungu dimana ia dididik agar bisa seperti orang normal atau orang dengar. Setelah menyelesaikan SD di SLB/B, ia melanjutkan ke SMP umum, disana ia adalah satu-satu yang tidak bisa mendengar. Selama di sekolah ia selektif memilih teman-teman berdasarkan gerakan bibir yang jelas. Kemudian, ia menyadari diri berbeda dengan teman dengar karena sering miskomunikasi bahkan kadang ditertawakan karena ia salah melafalkan. Setelah menyadiri dirinya, ia lebih suka dipanggil dengan Tuli ketimbang tunarungu. Karena menurutnya, istilah Tuli itu lebih lembut ketimbang dengan istilah tunarungu. Setelah lulus SMP ia merasa kehilangan kakak tercintanya yang juga seorang Tuli.

Surya kemudian bergabung dengan salah satu organisasi Tuli dan Disabilitas di Jakarta, ia belajar banyak tentang bahasa isyarat. Ia bertemu dengan beberapa teman-teman Tuli yang lebih berpengalaman. Sebelumnya ia menyukai film tentang Tuli yang memperkenalkan bahasa isyarat Amerika, seperti “Children of a lesser God” dan TV Series “Switched at Birth”, film tersebut memberinya rasa semangat dalam mempelajari bahasa isyarat Indonesia.

Setelah menyelami tentang pentingnya bahasa isyarat untuk teman-teman Tuli dan ia menyadari teman-teman Tuli banyak yang tertekan dengan tekanan masyarakat terutama orang tua. Ada orang tua yang menamparkan langsung ke anaknya Tuli karena anaknya tidak bisa berbicara secara verbal, ketika berkenalan di depan Surya. Hal tersebut membuat Surya merasa sakit hati dengan orang tua yang memiliki anak Tuli. Dari pengalaman itu membuat Surya mulai melakukan analisa dengan mencari tahu melalui bertemu dengan teman-teman Tuli yang lebih berpengalaman dan keahlian serta melakukan riset kecil. Beberapa teman-teman Tuli tidak bisa mengekspresikan secara verbal sehingga mereka sulit bekerja dan memiliki masa depan.

Pada tahun 2014, Surya mendapatkan undangan dari Istana James Palace di Inggris untuk merayakan acara spesial Ratu Elizabeth dan Pangeran Phillip bersama pemuda pemudi Disabilitas dari seluruh dunia. Disana ia sebagai perwakilan disabilitas di Indonesia membahas tentang bagaimana berinteraksi dengan pemerintah, menjelajahi Ingg