Teman Inklusi Bercerita: Yuk Kenali Founder KamiBijak

Teman inklusi bercerita kali ini Klobility berbincang dengan Bapak Paulus Ganesha Aryo Prakoso yang biasa disapa Paul. Merupakan seorang Founder KamiBijak, media yang ramah Disabilitas dengan menampilkan bahasa isyarat untuk menyebarkan informasi ke masyarakat. Melalui percakapan tulisan di WhatsApp, Bapak Paul menceritakan tentang awal mula adanya KamiBijak hingga mimpi KamiBijak sebagai media Disabilitas/Tuli pertama di Indonesia. Yuk simak percakapan Klobility dengan Bapak Paul.




Halo Bapak Paul, senang bisa ngobrol dengan Bapak. Sebelumnya, bisa perkenalkan diri Bapak?

Halo juga. Saya Paulus Ganesha Aryo Prakoso, founder dan head dari KamiBijak



Bolehkah Teman Inklusi tahu apa itu KamiBijak dan ceritakan tentang visi dan misi KamiBijak Pak?

KamiBijak, kepanjangannya “Kami Berbahasa Isyarat Jakarta” adalah sebuah platform media informasi yang memudahkan akses informasi yang ramah Disabilitas, terutama bagi individu yang memiliki keterbatasan pendengaran (Tuli) melalui media visual dalam bentuk video Bahasa Isyarat dan teks. Media KamiBijak merupakan media Disabilitas pertama di Indonesia.


VISI:

Terwujudnya ramah Disabilitas dalam memberi layanan informasi publik.



MISI:

1. Menjamin kemudahan akses informasi publik.

2. Meningkatkan kualitas layanan informasi publik.

3. Memperkuat sarana-prasarana dalam rangka efisiensi dan efektivitas layanan informasi publik.

4. Meningkatkan pengelolaan dokumentasi informasi publik.

5. Meningkatkan SDM dengan cara menjadi perusahaan khusus Disabilitas dan menjadi media ramah Disabilitas yang lebih besar.




3. Sudah berapa lama Bapak Paul membangun KamiBijak?

Sudah tiga tahun sejak 19 September 2018.



4.Bagaimana awal Bapak Paul membangun KamiBijak?

Bermula dari pertemuan dengan teman Tuli yang aktivis, Laura Lesmana dan Surya Sahetapy. Kami membahas tentang masalah akses informasi di Indonesia bagi Teman Tuli. Laura studi secara mendetail tentang linguistik bahasa isyarat. Saya merasa, wah bahasa isyarat itu ternyata bisa dikaji luas dan memiliki ilmu linguistik. Berarti, ini layak diperjuangkan dan dikembangkan. Lalu, Surya ini karena seorang publik figur dan lebih tahu bagaimana cara mengadvokasi.


Di samping itu, saya bekerja di media juga, bagian IT. Kalau nonton berita di TV, kurang bisa menangkap semua informasi. Membaca artikel di internet, banyak istilah kata-kata sulit. Dua hambatan besar itu selalu menghantui teman-teman Tuli. Jadi, muncul ide untuk membuka media khusus untuk teman Tuli. Media berbahasa isyarat. Di Indonesia belum ada, maka saya memulai KamiBijak dengan dukungan penuh di bawah merahputih group.



5. Apa saja hambatan yang bapak temui di awal membangun usaha? Latar belakang dari tim KamiBijak benar-benar baru di bidang media, jadi belajar banyak disini. Hambatan terbesar yaitu yah cara berkomunikasi yang agak berbeda, misalnya berkomunikasi antara Tuli dengan orang mendengar.



6. Bapak Paul mempekerjakan Disabilitas dan Non-disabilitas atau hanya Disabilitas/Tuli? Kalau hanya Disabilitas, apa saja Disabilitasnya?

Keduanya, tapi mayoritas ya Disabilitas dan diutamakan Disabilitas Rungu, sebab media ini menggunakan sistem Bahasa isyarat yang merupakan Bahasa ibu para Tuli.



7. Selama Pandemi Covid-19, apa tantangan yang dirasakan KamiBijak? Masalah akses komunikasi tatap muka. Kaum Tuli lebih nyaman berkomunikasi secara tatap muka. Bisa dilakukan secara daring, seperti ZOOM dan video call, tapi kadang kendalanya jaringan internet kurang memadai yang mengakibatkan kualitas videonya kurang lancar. Di samping itu, peran JBI (Juru Bahasa Isyarat) lagi kosong di KamiBijak, maka hambatannya paling terasa jika ada liputan atau wawancara dengan orang mendengar.



8. Sebagai Tuli, bagaimana bapak Paul berinteraksi dengan Non-Disabilitas untuk bisnis KamiBijak? Saya menggunakan bahasa lisan dan tulisan, tapi perlahan saya masukan bahasa isyarat dan selalu mengajak mereka untuk mempelajari. Kadang menggunakan jasa JBI dan ada staf markom yang Non-disabilitas untuk mendampingi.



9. Sebagai Apa mimpi bapak Paul untuk bisnis KamiBijak?

KamiBijak bisa masuk TV, maksudnya bukan sebagai peran objektif. Tapi bisa menyajikan informasi melalui TV.



10. Apa pesan untuk teman-teman Disabilitas/Tuli agar semangat bekerja atau memulai bisnis atau usaha sendiri?

Tetap semangat, percaya diri dan aktif mengasah potensi diri agar bisa memberikan banyak kontribusi untuk masyarakat.



11. Apakah ada pesan yang ingin disampaikan untuk perusahaan atau organisasi yang belum mulai berani berinteraksi dengan penyandang Disabilitas?

Cobalah untuk berani. Kapan lagi kalau takut terus? Jika kurang PD, menulis/mengetik di HP juga boleh. Mulai untuk bersapa dulu, jika sudah bisa nyambung, silakan lanjut ke topik-topik berat.

(RYR)