UMKM Inklusi: Mengenal Kedai Kopi Tuli (KOPTUL)

UMKM inklusi kali ini, Klobility mengangkat tentang usaha kedai kopi yang memberdayakan teman-teman Tuli. Usaha itu bernama Kopi Tuli (KOPTUL). Klobility berbincang dengan salah satu pendiri Kopi Tuli, Putri Santoso yang biasa di panggil dengan nama “Thie” sesuai dengan nama panggilan isyaratnya seperti teh.



Melalui wawancara via WhatsApp text, Putri Santoso adalah seorang perempuan yang memiliki keterbatasan pendengaran sejak usia balita. Sebelum mendirikan Kopi Tuli (KOPTUL) bersama teman-teman Tulinya, Thie pernah di tolak oleh perusahaan setelah melamar kerja, karena keterbatasan komunikasi yang di alaminya. Tidak hanya perusahaan, perempuan Tuli yang merupakan lulusan sarjana desain komunikasi visual, BINUS University itu pernah tidak di terima oleh 10 sekolah umum.


Berawal dari pengalamannya yang di tolak oleh perusahaan saat melamar kerja, pada tanggal 12 Mei 2018 Thie bersama teman-teman Tulinya, Adhika Prakoso dan Erwin mencoba mendirikan usaha kedai Kopi Tuli (KOPTUL) yang memberdayakan teman-teman Tuli. KOPTUL adalah sebuah jawaban kekecewaan teman-teman Tuli yang sulit mendapatkan pekerjaan karena hambatan komunikasi.


Beberapa keunikan tentang KOPTUL yaitu pendiri dan pekerja teman Tuli, cara berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat, daftar menu terdapat abjad bahasa isyarat, menunya menggunakan nama alam, seperti tanah susu, daun susu, dan lain-lain yang bertujuan untuk meningkatkan interaksi antara Teman Tuli dan teman dengar. Selain itu, KOPTUL sebagai wadah kekeluargaan dan interaksi.



Sejak awal membangun usaha kedai Kopi Tuli, banyak tantangan yang di alami oleh KOPTUL, salah satunya membentuk tim yang tepat. Sebelum pandemi, KOPTUL memiliki 2 cabang yang terletak di Depok dan Jakarta Selatan. Namun, semenjak adanya pandemi di awal tahun 2020, kedua cabang kedai KOPTUL di tutup sementara. Meskipun di tutup sementara, KOPTUL tetap meningkat produktivitasnya dan berinovasi. Seperti meluangkan waktunya untuk menciptakan produk baru, mengajar bahasa isyarat, terlibat dalam pembuatan film, dan mendapat kesempatan jadi pembicara di acara salah satu televisi swasta.


Selama pandemi, KOPTUL bekerja sama dengan Setapak Rasa kembali membuka cabang di Depok yang terletak di Jalan Haji Asmawi No. 110, Depok Jawa Barat dan tetap mengikuti kebijakan protokol kesehatan. KOPTUL memiliki mimpi ingin membuka cabang di seluruh Indonesia, sehingga mampu memberdayakan teman-teman Tuli dan menjadi contoh model bisnis untuk Teman Tuli yang berani mencoba berwirausaha.



Sebagai salah satu pendiri Kopi Tuli (KOPTUL), Thie berharap agar perusahaan atau organisasi yang belum berani mempekerjakan Disabilitas/Tuli, untuk tidak pernah takut memberdayakan dan melibatkan Disabilitas/Tuli, karena mereka memiliki hak yang sama dengan yang lain. Selain itu, Thie juga berpesan dengan teman-teman Disabilitas agar selalu semangat dan optimis dalam berkarya. (RYR)